Teori
asam basa
1.
Teori Asam – Basa Arrhenius
Arrhenius
mengemukakan suatu teori dalam disertasinya (1883) yaitu bahwa senyawa ionik
dalam larutan akan terdissosiasi menjadi ion-ion penyusunnya.
Menurut Arrhenius:
• Asam: zat/senyawa yang melarut dan mengion dalam air
menghasilkan proton (H+)
HCl (aq) H+(aq) + Cl -(aq)
•
Basa : zat/senyawa melarut dan mengion dalam air menghasilkan ion hidroksida
(OH–)
NaOH (aq)Na+ (aq) +
OH – (aq)
• Reaksi netralisasi adalah reakai antara asam dengan basa
yang menghasilkan garam:
HCl (aq) + NaOH (aq) NaCl (aq) + H2O(ℓ)
H+(aq) + OH – (aq) H2O (ℓ)
Menurut
Arrhenius, HCl(g) jika dilarutkan ke dalam air, bersifat asam dan selanjutnya
digolongkan sebagai asam kuat. Keterbatasan teori Arrhenius adalah bahwa reaksi
asam – basa hanyalah sebatas pada larutan berair (aqueus, aq) dan
asam-basa adalah zat yang hanya menghasilkan H+ dan OH-.
2.
Teori
Asam Basa Bronsted-Lowry
Teori Bronsted-Lowry lebih luas penggunaannya, karena sifat asam
dan basa tidak terbatas dengan adanya ion H+ dan OH-
dalam air. Pelarut yang digunakan bermacam-macam, tidak hanya air. Menurut
Bronsted-Lowry :
-
Asam adalah zat atau ion
yang mampu mendonorkan protonnya.
-
Basa adalah zat atau ion
yang dapat menerima proton atau proton akseptor.
Hubungan Teori
Bronsted-Lowry dengan Teori Arrhenius
Teori
asam-basa Bronsted-Lowry tidaklah bertentangan dengan teori asam-basa
Arrhenius, justru lebih melengkapi. Ion hidroksida tetap bertindak sebagai
basa, karena mampu menerima ion hidrogen dari asam dan juga dari air. Asam
menghasilkan ion hidrogen dalam larutan sebab asam bereaksi dengan molekul air
dengan cara memberikan protonnya kepada air.
Pasangan
asam-basa konjugasi
Apabila
asam mendonorkan protonnya, maka akan dihasilkan spesies basa konjugasi,
sedangkan basa yang menerima proton akan menghasilkan spesies asam konjugasi.
Pasangan demikian disebut dengan pasangan asam-basa konjugasi. Sebagai
contoh adalah reaksi ion hidrogen karbonat (bikarbonat) dengan air.
3.
Teori Asam-Basa Lewis
Pada
teori asam-basa Arrhenius tidak dijelaskan perilaku asam-basa dalam larutan
tidak berair dan pada teori asam-basa Bronsted-Lowry tidak diterangkan akan
adanya sistem yang tidak terprotonasi. G.N. Lewis, pada tahun 1923,
mengemukakan teori asam-basa dalam buku Thermodynamics and the Free Energy
of Chemical Substances .
Menurut Lewis:
• Asam: zat/senyawa yang dapat menerima pasangan elektron
bebas dari zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru.
• Basa: zat/senyawa yang dapat mendonorkan pasangan elektron
bebas dari zat/senyawa lain untuk membentuk ikatan baru.
Reaksi
asam menurut teori Lewis berkaitan dengan transfer pasangan electron yang
terjadi pada ikatan kovalen koordinasi.
Permasalahan :
1. Bagaimana teori asam basa bronsted lowry menjelaskan reaksi antara dua senyawa yang satu
bersifat relatif asam terhadap air dan yang lain bersifat relatif basa teradap
air, misalnya HCl + NH3?
2. Mengapa
pada teori asam basa lewis sukar menggambarkan reaksi antara ion Fe3+
dan ion CN- ?