Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron,
sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil
elektron dari molekul atau sel lain. Molekul-molekul radikal bebas dapat
berdimerisasi atau berpolimerisasi secara spontan jika bersentuhan satu sama
lain. Radikal bebas stabil hanya jika pada konsentrasi sangat rendah dalam
media inert atau hampa.
Radikal
bebas dapat terbentuk dari molekul melalui pemutusan ikatan sehingga masing-masing
bagian membawa satu elektron. Energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan
disuplai melalui dua cara:
1.
Pemecahan termal. Pemanasan suatu molekul organik sampai suhu yang cukup tinggi
di dalam fasa gas menyebabkan pembentukan radikal bebas. Jika molekul tersebut
mengandung ikatan dengan D bernilai 20 sampai 40 kkal/mol maka pemutusan
dapat berlangsung dalam fase cair. Contoh yang umum adalah pemecahan senyawa peroksida
asil dan azo.
2.
Pemecahan fotokimia. Energi sinar 600 sampai 300 nm adalah 48 sampai 96 kkal/mol.
Energi ini sama dengan energi ikatan kovalen.
Radikal
bebas terbentuk dari radikal bebas yang lain, salah satu melalui reaksi antara
radikal dengan molekul atau melalui pemecahan radikal menghasilkan radikal lain.
Radikal bebas dapat juga dibentuk melalui reaksi oksidasi atau reduksi. Reaksi
dua radikal bebas memberikan produk yang stabil (reaksi terminasi) atau mengarah
ke radikal lain (propagasi). Reaksi terminasi yang paling umum adalah kombinasi
sederhana radikal yang sama atau dengan radikal yang berbeda. Proses terminasi
yang lain adalah disproporsionasi.
Ada
empat reaksi propagasi yang utama, di antaranya ada dua yang paling umum:
1. Absraksi
atom atau gugus lain, biasanya adalah atom hidrogen.
2. Adisi
ke suatu ikatan rangkap. Radikal yang terbentuk di sisni dapat mengadisi ke
ikatan rangkap yang lain, dst. Ini adalah mekanisme utama untuk polimerisasi
vinil.
3. Dekomposisi.
Hal ini digambarkan oleh dekomposisi radikal benzoksi.
4.
Penataan ulang. Penataan ini kurang umum
daripada pentaan ulang karbokation, tetapi hal ini terjadi.
Radikal
bebas dapat juga dibentuk melalui reaksi oksidasi atau reduksi. Sebagai contoh marilah kita perhatikan molekul air (H2O).
Ikatan atom oksigen dengan hidrogen merupakan ikatan kovalen, yaitu ikatan
kimia yang timbul karena sepasang elektron dimiliki bersama (share) oleh dua atom :
Atom hidrogen :
·H
· ·
· · ¾
Atom oksigen : ·O· dan H2O :
H:O :H atau
H– O –H
·
· ·
· ¾
Bila terdapat sumber energi yang cukup besar,
misalnya radiasi, molekul air dapat mengalami pembelahan homolitik (homolytical cleavage ) :
· · · ·
H:O:H ¾® H· +
·O-H
·
·
·
·
atom H radikal
hidroksil
Atom
H ( ·H) memiliki elektron yang tak berpasangan
sehingga dapat pula dianggap sebagai radikal.. Molekul air dapat pula mengalami
pembelahan jenis lain, yaitu pembelahan heterolitik (heterolytical cleavage )
· ·:
H:O:H ¾® H+ + :O
-H-
·
·
ion
H
ion
hidroksil
Dalam
hal ini, yang terbentuk bukanlah radikal tetapi ion-ion, sehingga proses tersebut
dinamakan ionisasi. Untuk ionisasi molekul air tak diperlukan masukan energi
yang besar, sehingga dalam keadaan “biasa” air mengalami ionisasi.
Elektron
yang tak berpasangan cenderung untuk membentuk pasangan, dan ini terjadi dengan
menarik elektron dari senyawa lain sehingga terbentuk radikal
baru :
X:H + ·O-H ¾® X· +
H-O-H
radikal hidroksil
radikal baru
Dari contoh diatas jelaslah bahwa radikal bebas memiliki
dua sifat, yaitu :
1. Reaktivitas tinggi, karena kecenderungan menarik elektron.
2. Dapat mengubah suatu molekul menjadi suatu radikal
Sifat radikal bebas yang mirip dengan oksidan terletak
pada kecenderungannya untuk menarik elektron.Jadi sama halnya dengan oksidan,
radikal bebas adalah penerima elektron. Itulah sebabnya dalam kepustakaan
kedokteran, radikal bebas digolongkan dalam oksidan. Namun perlu diingat bahwa
radikal bebas adalah oksidan tetapi tidak setiap oksidan adalah radikal bebas.
Radikal bebas lebih berbahaya dibanding dengan oksidan
yang bukan radikal. Hal ini disebabkan oleh kedua sifat radikal bebas diatas,
yaitu reaktifitas yang tinggi dan kecenderungannya membentuk radikal baru, yang
pada gilirannya apabila menjumpai molekul lain akan membentuk radikal baru
lagi, sehingga terjadilah rantai reaksi (chain
reaction) Reaksi rantai tersebut baru berhenti apabila radikal bebas
tersebut dapat diredam (quenched).
Contohnya ialah reaksi radikal hidroksil dengan glutation yang telah dibahas
diatas.. Reaksi akan berhenti karena dua radikal glutation (GS·) akan bereaksi membentuk glutation teroksidasi (GSSG).
Seluruh reaksi radikal bebas dapat dijabarkan menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu :
1. tahap inisiasi
2. tahap propagasi
3. tahap terminasi
· Inisiasi
Tahap ini adalah
tahap untuk pemaksapisahan (cleavage) homolitik molekul Cl2 dengan bantuan
panas dan uv menjadi 2 radial bebas klor.
· Propagasi
Tahap ini adalah
tahap untuk membuat suatu senyawa atau unsur menjadi radikal dengan
mereaksikannya dengan suatu radikal.
· Terminasi
Tahap ini adalah
tahap untuk menghilangan atau mengubah radikal bebas menjadi radikal bebas
stabil dan tidak reaktif.
Pertanyaan :
1. Bagaimana
proses berlangsungnya reaksi radikal pada halogenasi alkana ?
2. Sebagai di-radikal,
oksigen mestinya sangat reaktif, lebih reaktif dibanding dengan radikal
hidroksil yang hanya memiliki satu elektron yang tak berpasangan. mengapa
oksigen tak sereaktif radikal hidroksil ?

